Creation Details
Prompt: HALAMAN 1 ​PANEL 1 Landscape shot. Pemandangan pinggiran kota saat matahari terbenam (golden hour). Cahaya oranye kemerahan menyinari atap rumah-rumah. Suasana tenang dan damai. ​CAPTION (Narasi): Kota ini terlihat damai dari sini. Tapi aku selalu merasa... ada sesuatu yang salah. Seperti ada yang hilang. ​PANEL 2 Medium shot. Di atas atap gedung sekolah yang kosong, empat sahabat sedang bersantai. Zeek duduk di tepian, menatap langit. Clara sedang mencoret-coret buku catatannya. Blake berdiri sambil meregangkan tubuh, dan Fiona duduk bersandar di dinding, mengamati mereka. ​SFX: BREEZE (Angin berembus pelan) ​BLAKE: Serius, Zeek. Kau sudah menatap langit seperti itu selama satu jam. Apa kau mencoba berkomunikasi dengan alien? ​PANEL 3 Close up pada wajah Zeek. Wajahnya datar, pikirannya jauh. ​ZEEK: Hanya berpikir, Blake. Hari ini tepat sepuluh tahun sejak ayahku hilang. ​PANEL 4 Clara mendongak dari bukunya, menatap Zeek dengan simpati. Fiona juga menoleh. ​CLARA: Zeek... maaf. Aku lupa tanggalnya. Kau baik-baik saja? ​ZEEK: Aku baik, Clara. Hanya... berharap punya jawaban, itu saja. ​HALAMAN 2 ​PANEL 1 Fiona bangkit berdiri dan berjalan mendekati Zeek. ​FIONA: Ayahmu dulu seorang sejarawan, kan? Dia selalu berbicara tentang "warisan yang terlupakan." Mungkin itulah yang kau cari. ​PANEL 2 Tiba-tiba, dari kegelapan di gang di bawah gedung sekolah, muncul suara gemerisik yang tidak wajar. ​SFX: RUSTLE... RUSTLE... GRRR... ​PANEL 3 Keempatnya membeku. Blake langsung pasang posisi waspada di depan Clara. ​BLAKE: Apa itu? Tidak mungkin kucing biasa terdengar semenyeramkan itu. ​PANEL 4 Wide shot. Tiga bayangan hitam, berwujud seperti anjing serigala dengan mata merah menyala, melompat dari kegelapan gang ke area terbuka. ​SFX: GROWL! ​CLARA (Terkejut/Takut): Apa-apaan makhluk itu?! Mata mereka menyala! ​HALAMAN 3 ​PANEL 1 Salah satu makhluk melompat ke arah mereka. Zeek bereaksi, menarik Clara mundur. ​ZEEK: MUNDUR! Semuanya mundur! ​SFX: SLASH! (Cakar makhluk itu nyaris mengenai Zeek) ​PANEL 2 Blake berteriak panik, mencoba mencari senjata. Dia mengambil sebuah pipa besi tua yang tergeletak di atap. ​BLAKE: Sial! Apa yang harus kita lakukan?! Aku tidak punya apa-apa! ​PANEL 3 Makhluk lain mendekati Fiona. Dia terlihat ketakutan tapi berusaha tetap tenang. ​FIONA: Mereka... mereka bukan hewan biasa. Mereka terasa... seperti sihir hitam. ​PANEL 4 Close up pada Zeek. Panik. Dia melihat teman-temannya dalam bahaya. Dia merasakan sesuatu yang panas membara di dadanya. Sebuah memori samar tentang ayahnya muncul. ​ZEEK (Batin): Tidak! Aku tidak akan membiarkan mereka terluka! Aku butuh kekuatan... ​HALAMAN 4 ​PANEL 1 Tiba-tiba, tato aneh (simbol legacy) di pergelangan tangan kiri Zeek menyala terang dengan cahaya biru keemasan. ​SFX: SHHIIING! ​CLARA (Menunjuk): Zeek! Tanganmu! ​PANEL 2 Cahaya dari tangan Zeek membentuk sebuah perisai energi di depannya, menahan serangan makhluk pertama. ​SFX: CLANG! ​ZEEK (Terkejut/Bingung): Apa... apa ini? ​PANEL 3 Cahaya itu menyebar, membentuk sebuah pedang cahaya sederhana di tangan Zeek. ​ZEEK (Batin): Kekuatan... ini kekuatan ayah. The Legacy. ​PANEL 4 Wide shot. Dengan kekuatan baru, Zeek berdiri di depan teman-temannya, menghadapi makhluk-makhluk kegelapan. Dia tidak lagi takut. ​ZEEK: Blake, jaga Clara dan Fiona. Aku akan membereskan ini. ​CAPTION (Narasi): Akhirnya, warisan itu bangkit.
Color Mode: Full Color
Panels: 2
Created:
Manga Story #6873 - AI Manga | Mangii | Mangii