Creation Details
Panel prompts:
- #1“Keesokan harinya, Hafis berjalan melewati gerbang utama Universitas Arcania — tempat belajar kemampuan khusus yang paling dikenal di negeri ini. Bangunannya tampak megah, dengan menara-menara yang menjulang dan dindingnya tertutup tumbuhan rambat yang terawat rapi. Hafis merapikan pakaian seragam berwarna birunya, dengan gambar pusaran angin yang sederhana tersulam di bagian dada kiri. Di lorong utama, banyak siswa lain yang berjalan pulang pergi dengan seragam berwarna berbeda sesuai kelompok pembelajaran mereka — hijau untuk yang mempelajari unsur alam, biru tua untuk unsur air, cokelat untuk unsur tanah, dan lain sebagainya. "Hafis!" panggil Raka dari kejauhan, lalu berjalan mendekat bersama Lira. Keduanya sudah bersahabat lama dengannya — Raka memiliki kemampuan mengatur susunan tanah, sedangkan Lira bisa membantu tanaman tumbuh dengan lebih cepat. "Tempat belajar kelompok angin ada di menara sebelah barat, kan? Kita berpisah di sini dulu ya," kata Lira sambil tersenyum ramah. Hafis mengangguk paham. Ia pun menaiki tangga menara sendirian, lalu membuka pintu ruang kelas. Di dalam, Guru Varell — pengajar yang sudah berpengalaman mengajarkan berbagai jenis kemampuan — sudah berdiri di bagian tengah ruangan, pakaiannya sedikit berkibar tertiup hembusan angin ringan di sekitarnya.”
- #2“Didalam diri Hafis ada bayang bayang Pemilik asli kekuatan angin pada dahulu kala,. Akankah hafis menjadi Pemilik asli kekuatan angin seterusnya?”
- #3“Di lapangan Universitas Arcania, pertarungan resmi dimulai. Hafis mengerahkan aliran angin warisan keluarganya — kuat, stabil, dan terjaga kendalinya. Di hadapannya, lawannya melepaskan kobaran api yang terarah dan terkontrol. Angin berhembus kencang menahan jilatan api, sedangkan api menyala mantap melawan dorongan udara. Keduanya bertanding dengan penuh semangat, namun tetap menjaga batas dan mengikuti aturan kampus agar lingkungan tetap aman. Pertarungan berlangsung seimbang dan menegangkan.”
- #4“Di sudut perpustakaan Universitas Arcania yang sepi dan tenang, Hafis duduk mendengarkan dengan saksama. Kepala Sekolah duduk di hadapannya, menatap lembaran buku tua di tangannya, lalu mulai bercerita dengan nada yang tenang namun penuh makna. "Dengar baik-baik, Hafis," ujar Kepala Sekolah pelan. "Di masa lampau, ada para penjaga hebat yang mewariskan kemampuan istimewa kepada dunia kita. Kelima kemampuan dasar itu adalah: Api, Angin, Air, Tanah, dan Petir. Masing-masing punya sifat dan kegunaannya sendiri, dijaga dengan tanggung jawab besar oleh pemiliknya." Ia berhenti sejenak, suaranya terdengar lebih dalam. "Namun di balik itu semua, ada tiga jenis kemampuan yang dianggap paling istimewa dan jarang dimiliki orang. Yaitu kekuatan yang bersumber dari Matahari, Bulan, dan Bintang. Ketiganya membawa keseimbangan terbesar bagi alam semesta ini, dijaga dengan penuh rasa hormat agar senantiasa memberi manfaat, bukan kerusakan." Kepala Sekolah menoleh ke arah Hafis, matanya menyiratkan harapan. "Kisah ini diceritakan turun-temurun bukan untuk ditakuti, tapi supaya kita paham batas, menjaga amanah, dan menggunakan apa yang kita miliki hanya untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi sekitar." Hafis terasa makin mengerti betapa besar tanggung jawab yang sedang ia pelajari.”
Art Style: Korean Digital
Color Mode: Full Color
Panels: 4
Created: